Tidak ada kata terlambat untuk mengejar karir

Meski sudah berusaha kadang keterlambatan tak bisa dihindari, termasuk terlambat dalam mengejar karir. penyebabnya bisa bermacam-macam, bukan hanya rasa malas. bisa jadi kita terlambat menyadari minat dan bakat yang dimiliki, atau baru sadar kalau selama ini melakoni pekerjaan di industri yang tidak disukai, atau dirasa kurang cocok. kalau sudah begini, mencoba bidang pekerjaan baru dari level bawah mau tak mau harus dilakukan, dari pada terus bergelut di pekerjaan yang dijalani dengan ogah-ogahan, lebih baik selamat memulai profesi yang benar-benar kita sukai. orang yang terlambat memulai karir juga belum tentu kalah dibanding mereka yang lebih dulu masuk dunia kerja.

Bahkan dengan level di bawah ketika masuk kerja pun, kita bisa lebih unggul dibanding mereka. faktanya orang yang lebih dulu berkarir tidak selalu lebih sukses. Bahkan bukan tak mungkin si Junior melesat melewati karir sang senior. kuncinya ada pada mental pekerja. jika telat berkarir  lalu Minder, maka jangan harap bisa mencatat prestasi, seperti dikutip dari duitpintar.com terdapat enam mental pekerja yang diterapkan agar tak kalah bersaing walaupun telah berkarir.

Yang pertama, adalah saya pasti bisa

Tekankan kata-kata motivasi itu dalam hidup. jangan menyerah sebelum bertanding. malah ganjalan dalam karir seharusnya bisa diolah menjadi batu pijakan untuk Melompat Lebih Tinggi. motivasi pantang menyerah ini penting, agar kita selalu punya semangat maju dalam berkarir. tanpa semangat kerja, pasti akan asal-asalan. Mana mungkin bisa sukses kalau sudah tidak niat bekerja.

Yang kedua adalah tetap profesional

Meski atasan lebih muda, kita tidak bisa lantas meremehkan, yang tak peduli budaya kita menjunjung tinggi rasa hormat kepada mereka yang lebih tua. Di dunia  kerja usia bukanlah penentu level seseorang. kapasitas lah yang menentukan siapa yang layak dihormati dan dijadikan tuntunan. makanya kita harus tetap bersikap profesional jika mendapatkan bos yang lebih muda. misalnya, dengan tetap memanggilnya Bapak atau Ibu, bukan sebut namanya. yang juga yang penting adalah bersikap profesional ketika mengerjakan tugas. misalnya, selalu tepat waktu dan bisa bekerja sama dengan yang lain.

Yang ketiga, adalah buang rasa minder

Walau telat berkarir apalagi Bos lebih muda kita semestinya tidak minder di tempat kerja. bersikap biasa saja, Anggap semua orang di sana setara. Rasa minder bisa membuat orang jauh dari keberhasilan. sebaliknya kepercayaan diri akan mendorong kita lebih giat bekerja. tak peduli orang di sekitar lebih muda atau lebih tua.

Yang keempat adalah lebih ulat

Lantaran terbilang telat berkarir ketimbang yang lain kita sebaiknya lebih ulet dalam bekerja. Salah satu caranya adalah bekerja lebih daripada pegawai yang lainnya. misalnya, jam kerja adalah jam 08.00 sampai jam 05.00, bolehlah kita pulang lebih lambat untuk mengerjakan tugas. usaha yang lebih keras ini, niscaya membawa kita lebih dekat kali foto kerja yang yang lebih dulu berkari atau justru melewati mereka. namun patokan utamanya bukanlah jam pulang kerja lebih lama. bila bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum jam kerja usaha ini malah lebih bagus. tinggal disambung dengan tugas lainnya sesuai dengan arahan bos atau bisa juga melakukan hal lain untuk mengasah kemampuan misalnya, mengambil kursus online atau baca baca artikel yang menambah ilmu di internet.

Yang kelima, mau angkat tangan sebagai orang yang baru tidak ada salahnya

Kita banyak bertanya dan memberi masukan di lingkungan kerja. sikap proaktif seperti itu, malah membuat kita lebih banyak tahu. hanya bukan bukan berarti  segala hal mesti ditanyakan. itu malah membuat gitar tanpa tidak mampu Mandiri. proaktiflah ketika sedang dalam diskusi atau rapat. tanyakan hal yang belum kita mengerti, sekaligus sumbangan ide kepada perusahaan.

Yang keenam membuka hati dan kepala

Memang akan susah rasanya menerima kritikan dan saran dari mereka yang lebih muda. tapi ingat! kita adalah Junior bagi mereka di lingkungan kerja tulang karena ego dan hindari sikap keras kepala ketika mendapat kritikan yang membangun, meski sedang kerja jauh lebih muda dari kriitik itu tetaplah layat didengarkan dan dipertimbangkan. lihat apa pesanya.nya bukan siapa yang menyampaikan pesan tersebut Kapan anda mulai meniti karir bukanlah penghalang menuju kesuksesan namun jalan menuju kesana bisa jauh lebih berliku. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau mencobanya.


Tinggalkan Balasan