4 Alasan Tidak Menghubungi Mantan

4 Alasan Tidak Menghubungi Mantan

Apa salahnya sih menghubungi pria yang sudah berubah status dari pacar jadi teman? Mungkin bagi kita, move on berarti nggak ada masalah menjalin komunikasi dengan sang mantan. Tapi sebaiknya pertimbangkan dulu 4 hal berikut.

1. Mixed-up Feelings
Kita mungkin yakin sudah move on dan tak menyimpan perasaan khusus lagi pada si mantan. Akan tetapi, kenyataan bahwa kita ingin menghubunginya merupakan salah satu bukti bahwa kita merindukannya. Membuka komunikasi kembali dengan si mantan akan memberi peluang munculnya lebih banyak lagi perasaan campur aduk: senang, sedih, kangen, sesal, dan lain sebagainya.

2. Cold Response
Saat menghubungi mantan, pastinya kita mengharapkan respon yang hangat dan bersahabat bukan? Namun hal itu belum tentu bisa kita dapatkan. Entah karena dia masih terluka karena patah hati, atau justru masih menyimpan perasaan khusus, sang mantan bisa saja memberikan respon dingin yang nggak menyenangkan.

3. His New Girlfriend
Bila sang mantan sudah punya pasangan baru, bukan berarti kita jadi lebih aman dan terhindar dari keinginan untuk balik lagi. Beware, pepatah “rumput tetangga kelihatan lebih hijau” juga seringkali berlaku pada mantan, yang kelihatannya makin menarik setelah jadi milik wanita lain. Selain bisa bikin kita jadi sakit hati, pacar barunya juga belum tentu senang dengan tindakan kita yang membuka komunikasi kembali.

4. Bad Reputation
Di mata orang kebanyakan, menghubungi mantan adalah bukti bahwa kita belum move on. Reputasi kita bisa lebih buruk lagi jika sang mantan menceritakan (apalagi melebih-lebihkan ceritanya) mengenai tindakan kita yang menghubunginya kembali, kepada teman-teman atau keluarganya.

Salah satu channel youtube keren yang membahas tentang orang – orang yang suka selingkuh bisa kalian ikuti di link berikut ini To Catch a Cheater

Si Dia Tak Romantis!

Si Dia Tak Romantis!

HARI Valentine berlalu tanpa ada kiriman bunga, cokelat, apalagi hadiah spesial. Itu baru salah satu ‘derita’ mempunyai pasangan yang tidak romantis.

Untuk mengimbangi kehidupan profesional yang membuat kita sibuk dan lelah, wajar bila kita mendambakan perhatian, sentuhan, ataupun kejutan dari pasangan. Unfortunately, nggak semua pria di dunia bisa memperlakukan wanita yang dicintainya dengan romantis. Jadi harus bagaimana ya?

Beri Tanda
Kalau kita dan si dia belum lama berpasangan tapi sudah terasa dirinya terlalu cool, mungkin sebenarnya dia hanya belum tahu apa yang harus dilakukan. Wajar saja, karena sebuah relationship butuh proses adaptasi. Nggak ada salahnya kita memberikan tanda-tanda ingin diperlakukan (lebih) romantis. Misalnya dengan menceritakan kemesraan seorang teman dengan pasangannya yang bikin kita sedikit iri. Atau cara lainnya, ajak si dia menonton film romantis di bioskop. Sepulang dari bioskop, kita bisa mendiskusikan cerita atau adegan di film tadi dengan pasangan. Hopefully dengan begitu si dia memiliki ide untuk melakukan hal yang romantis untuk kita.

Beri Contoh
i love uWanita melakukan hal romantis terlebih dahulu kepada pasangan bukanlah hal yang tabu atau merendahkan martabat. Asalkan tidak berlebihan. Ajak si dia candle light dinner, atau berikan kejutan manis dengan menyelipkan post it bertulisan “I Love You” di tas kerjanya. Setelah itu ungkapkan padanya bahwa kita tak keberatan mendapat perlakuan romantis yang serupa dengan hal-hal tersebut.

Katakan Langsung
Kadang-kadang pria kurang peka dalam membaca tanda atau bahkan contoh dari kita. Jadi, jangan ragu untuk mengatakan secara langsung bila kita ingin diperlakukan dengan lebih romantis. Nggak perlu merasa takut, malu, ataupun gengsi. Ingat, butuh keterbukaan dalam menjalani sebuah hubungan.

Terima Saja
Kalau sudah berbagai cara di atas kita lakukan dan hubungan telah terjalin sekian lama, artinya kita perlu menerima kenyataan bahwa si dia memang unromantic. Anggaplah hal ini sebagai salah satu kekurangannya, dan ingatlah bahwa di luar itu dia masih punya banyak kelebihan yang lain.